Menggapai Berkah Sejak Malam Pertama

Judul : Menggapai Berkah Sejak Malam Pertama
Penulis: John Rinaldi
Penerbit: Zahida Pustaka
Cetakan : I, November 2012
Tebal : viv + 340
Harga : Rp 55.000 (Disc. 20%)
Peresensi: Zahra

Islam Media News.com ~ Buku yang ada di tangan pembaca saat ini adalah dokumentasi dari tuntunan Allah dan Rasul-Nya dalam menggapai rumah tangga yang penuh berkah, sakinah, mawaddah, warahmah. Di dalam buku ini penulis berusaha semaksimal mungkin untuk memaparkan jalan-jalan yang hendaknya ditempuh oleh setiap orang yang mengharapkan kebahagiaan dalam rumah tangganya.

Buku ini berbicara mulai tuntunan memilih pasangan hidup hingga menyambut lahirnya si buah hati. Seluruhnya diuraikan berdasarkan tuntunan Allah di dalam al-Qur'an dan tuntunan Nabi Muhammad Saw. melalui hadits-hadits yang telah diriwayatkan hingga sampai kepada kita. Tak lupa di buku ini juga disertakan dzikir-dzikir dan doa-doa yang sangat baik untuk diamalkan selama masa-masa kehamilan bagi para istri yang sedang memperoleh anugerah akan lahirnya seorang anak.

Daftar Isi

Mukadimah : Menggapai Keutamaan Nikah
Pengertian Nikah
Hukum Menikah
Keutamaan Nikah
Meluruskan Niat ketika Menikah 

Bagian Pertama : Sejak Memilih Pasangan Hidup Hingga Meminang (Khitbah)

Bab 1 : Tuntunan Islam dalam Memilih Istri
Kriteria Wanita yang Menurut Islam Baik untuk Dijadikan Istri
Wanita yang Haram Dinikahi

Bab 2 : Tuntunan Islam dalam Memilih Suami
Kriteria Lelaki yang Menurut Islam Baik untuk Dijadikan Suami

Bab 3 : Tuntunan Islam dalam Meminang (Khitbah)
Lihatlah Terlebih Dahulu
Syarat Meminang
Adab Meminang
Menunggu Jawaban
Wanita Boleh Menawarkan Diri
Belajar dari Khadijah al-Kubra
Meminang Seorang Janda
Di Sini Khalwat Masih Diharamkan


Bagian Kedua : Sejak Akad Nikah Hingga Malam Pertama (Malam Zafaf)

Bab 4 : Tuntunan Islam Terkait Mahar, Perwalian dan Saksi
Mahar
Kapan Mahar Dianggap Batal?
Berapa Nilai Mahar?
Berlebihan dalam Mahar
Mahar Paling Mulia untuk Ummu Sulaim ra
Mahar yang Tidak Tunai
Perwalian
Syarat Wali
Wali dalam Pernikahan Seorang Janda
Saksi Nikah

Bab 5 : Tuntunan Islam Terkait Akad Nikah dan Walimah
Akad Nikah
Ijab-Qabul: Dahului dengan Khutbah
Mengucapkan Ijab-Qabul Nikah
Syarat-syarat Ijab-Qabul
Doa untuk Pasangan Pengantin

Walimah
Adakan Hiburan dalam Walimah
Waktu Walimah
Hukum Memenuhi Undangan Walimah dan Syarat-syaratnya
Adab-adab Saat Datang Memenuhi Undangan Walimah

Bab 6 : Tuntunan Islam Memasuki Malam Pertama (Malam Zafaf)
Persiapan Memasuki Malam Pertama
Persiapan Suami
Persiapan Istri
Persiapan Lain yang Tak Boleh Dilupakan
Sebaiknya Mertua Mendoakan
Dahului dengan Shalat Sunnah Dua Rakaat
Menyentuh dan Mencium Ubun-ubun Istri
Berlemah Lembut kepada Istri Sebelum Persenggamaan Dilakukan
Membaca Doa Sebelum Bersenggama
Nasihat untuk Sang Suami : Tidak Perlu Tergesa-gesa
Nasihat untuk Sang Istri : Tak Perlu Merasa Malu
Pilih Posisi yang Memberi Rasa Nyaman
Larangan Menggauli Istri yang Sedang Haid
Sesi Kedua Awali dengan Wudhu
Mandi Junub Bersama
Pada Persetubuhan Suami Istri Terkandung Sedekah
Pesan untuk Suami Istri : Rahasiakan Hubungan Seks Anda

Bagian Ketiga : Rumah Tangga Pasca Nikah

Bab 7 : Tuntunan Islam Perihal Hak dan Kewajiban Suami Istri
Kewajiban Suami terhadap Istri (Hak Istri)
Mempergauli Istri dengan Baik
Tidak Menghina, Memukul dan Mengusirnya
Memberi Nasihat Padanya dengan Cara yang Baik
Jangan Membencinya
Menjaga Istri
Ajarkan Padanya Apa yang Tidak Diketahuinya, Terutama Masalah Agama

Kewajiban Istri terhadap Suami (Hak Suami)
Taat pada Suami
Berbuat Baik pada Suami
Mempercantik Diri Saat Bersama Suami
Menjaga Kehormatan Diri Demi Suami
Tidak Menuntut Suami Melebihi Kemampuannya
Membantu Suami dengan Sebaik-baiknya
Hal Lain yang Perlu Diperhatikan Istri terkait Hak Suami
Suami Menjadi Jalan Bagi Istri untuk Masuk ke dalam Surga atau ke Jurang  Neraka
Hak Allah berkaitan dengan Hak Suami
Berterimakasihlah pada Suami
Penuhi Panggilan Suami

Bab 8 : Mengantisipasi Konflik dan Perceraian
Perbedaan Cara Pandang terhadap Hal-hal yang Sepele
Cara Memandang Kehidupan dan Sikap terhadap Teman Hidup
Faktor-faktor yang Berasal dari Suami yang Sering Memicu Konflik dan Perceraian
Faktor-faktor yang Berasal dari Istri yang Sering Memicu Konflik dan Perceraian
Ketika Kemelut Itu Terjadi
Sabar
Lakukan Dialog
Bila Perlu Hadirkan Penengah
Jika Perceraian Harus Terjadi, Ikhlaslah!
Yang Tak Boleh Diabaikan Meskipun Perceraian Telah Terjadi

Bagian Keempat : Menyambut Lahirnya Si Buah Hati

Bab 9 : Mengisi Masa Kehamilan dengan Doa dan Dzikir
Dzikir Sehari-hari dari Al-Qur'an
Membaca Surat Al-Fatihah 3x
Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas Masing-masing 3x
Membaca Surat Al-Baqarah ayat 1-5
Membaca Ayat Kursiy (QS. Al-Baqarah: 255)
Membaca Surat Al-Baqarah ayat 285-286
Mengisi Masa Kehamilan dengan Berdzikir di Pagi dan Sore Hari
Ayat-ayat Al-Qur'an Lainnya yang Baik untuk Dijadikan Dzikir dan Doa Ibu Hamil
QS. Al-Insyirah [84]: 1-4
QS. Al-A'raf [7]: 54-56 dan QS. Yunus [10]: 3
QS. Al-Kafirun [109]: 1-6
QS. An-Nazi'at [79]: 46
QS. Al-Anbiya [21]: 87
QS. Ali Imran [3]: 173
QS. At-Taubah [9]: 129
QS. Al-Ghafir [40]: 1-3
Doa Memohon Rahmat Allah
Doa Memohon Anak Saleh/Salehah
Doa untuk Mencegah Kesulitan Melahirkan

Bab 10 : Tuntunan Islam Menyambut Lahirnya Si Buah Hati
Kabarkan Berita Gembira Itu
Kumandangkan Adzan di Telinga Kanannya
Mentahnik dan Mendoakannya
Aqiqah
Memberinya Nama yang Baik
Mencukur Rambutnya
Khitan

Khatimah
Tentang Penulis 

Berminat bisa order lewat sms ke 081548765207
Sumber: Toko Buku Aswaja

Katak Ingin Jadi Lembu

Penulis: Uswatun Khasanah, S.Pi
Penerbit: Zahida Pustaka
Harga: Rp 30.000 (Disc. 20%)
Peresensi: Zahida



Islam Media News.com ~ Dongeng sebelum tidur meskipun sederhana ternyata mempunyai banyak manfaat untuk anak-anak. Beberapa di antara manfaatnya itu adalah:
a. Merangsang imajinasi dan kreativitas
b. Mengembangkan kecerdasan berbahasa anak
c. Mengembangkan keterampilan berpikir
d. Mengembangkan emosi
e. Menanamkan nilai moral dan etika
f. Mempererat ikatan emosional dengan orangtua
g. Relaksasi dan hiburan
Nah, buku ini mempersembahkan kepada Anda sebanyak 30 kisah dongeng hewan (fabel) pengantar tidur yang bisa Anda sampaikan kepada putra/putri Anda. Jika Anda ingin mengurai pesan moral yang ada di dalam kisah yang Anda bacakan, Anda bisa mendapatkannya pada bagian akhir setiap kisah, karena penulis telah menguraikannya dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Semoga kehadiran buku ini memberi manfaat kepada setiap pembaca, terutama dalam pembentukan karakter pribadi putra-putri kita.
Selamat membaca.
Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
Kisah 1   : Dua Orang Pengembara dan Seekor Beruang
Kisah 2   : Burung Gagak dan Sebuah Kendi
Kisah 3   : Serigala dan Monyet
Kisah 4   : Lebah dan Kupu-kupu
Kisah 5   : Ikan dan Burung
Kisah 6   : Harimau dan Kerbau
Kisah 7   : Angsa dan Kura-kura
Kisah 8   : Semut dan Belalang
Kisah 9   : Semut dan Gajah
Kisah 10 : Burung Kasuari Tersandung Batu Berlian
Kisah 11 : Kiki Si Kelinci Cerdas
Kisah 12 : Anjing dan Bayangannya
Kisah 13 : Keledai Berkulit Singa
Kisah 14 : Katak yang Ingin Jadi Lembu
Kisah 15 : Lebah dan Semut
Kisah 16 : Keharuan Seekor Anjing
Kisah 17 : Kecerdikan Menumbuhkan Kebaikan
Kisah 18 : Cicak dan Nyamuk
Kisah 19 : Harimau yang Terjerumus
Kisah 20 : Tujuh Burung Gagak
Kisah 21 : Keledai dan Garam Muatannya
Kisah 22 : Dua Ekor Kambing
Kisah 23 : Monyet dan Ayam
Kisah 24 : Lomba Lari antara Siput dan Kancil
Kisah 25 : Buaya yang Lupa Diri
Kisah 26 : Mengapa Anjing Tak  Bertanduk?
Kisah 27 : Musang Melawan Ayam
Kisah 28 : Burung Balam dan Semut Merah
Kisah 29 : Tupai dan Seekor Ikan
Kisah 30 : Balas Budi Si Burung Bangau
Daftar Pustaka
Tentang Penulis  
 
Berminat silakan order lewat sms ke 081548765207
Sumber: Toko Buku Aswaja 

Menggapai Cahaya Hidayah

Penulis: Al-Imam al-Ghazali
Penerjemah: Abiza el Rinaldi & Uswatun Khasanah
Penerbit: Pustaka Wasilah
Harga:Rp 50.000.- (Dic. 20%)
Peresensi: Ahmad Mubarok


Islam Media News.com ~ "Luar biasa!!" Itulah kata singkat yang paling tepat untuk menggambarkan kandungan buku ini. Dengan bahasa yang indah, santun dan penuh bimbingan, al-Imam al-Ghazali menuntun kita menapaki tahap demi tahap jalan yang akan membawa kita ke hadapan pintu hidayah Allah, yang dengannya kita berharap memperoleh permulaan hidayah sebagai langkah awal menuju puncak hidayah.


Sangat lengkap dan detail penjelasan yang beliau sampaikan, sehingga kita bisa mengetahui bagaimana seharusnya kita beradab dan berperilaku saat tidur, bangun tidur, hendak buang hajat, berwudhu, mandi janabah, masuk dan keluar masjid, mengisi waktu pagi hingga tergelincir matahari, persiapan shalat hingga cara-cara menjauhi berbagai maksiat anggota badan maupun hati. Bahkan beliau pun memaparkan kepada kita adab-adab bergaul dengan sesama manusia dalam berbagai situasi dan kondisinya.


Buku ini juga dilengkapi dengan berbagai doa dan dzikir khusus yang dipraktikkan oleh al-Imam al-Ghazali dalam beribadatannya sehari-hari. Singkatnya, buku ini adalah panduan dan tuntunan yang sangat tepat bagi siapa pun yang berkeinginan untuk meraih hidayah Allah SWT. Selain itu, buku ini kami lengkapi dengan teks Arab dari kitab aslinya yang berbahasa Arab, namun telah kami beri harakat/syakal. Adanya teks Arab tersebut akan membuat pembaca dapat mengetahui seperti apa kalimat asli yang ditulis oleh al-Imam al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah.


Berminat silakan order lewat sms ke 081548765207
Sumber : Toko Buku Aswaja

Rahasia Kaya Para Ulama

Judul        : Rahasia Kaya Para Ulama
Penulis     : J. Rinaldi
Penerbit   : Zahida Pustaka
Cetakan   : I, Maret 2014
Tebal       : xvi + 180
Harga      : Rp 35.000 (Disc. 20%)
Peresensi : Muhammad Anwar


Islam Media News.com ~ Siapa yang tak mau hidup kaya dan berkecukupan? Siapa yang tak mau rezekinya melimpah dan mengalir deras tanpa batas? Sepertinya tak seorang pun yang tak menginginkan keadaan rezeki yang demikian itu. Namun, tidak semua orang mendapatkan limpahan rezeki bighairi hisab (tanpa batas). Sebagian besar manusia hidup dalam kekurangan, bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari pun terasa sangat sulit. Lalu, apa yang harus kita lakukan agar Allah berkenan memberikan keluasan dan kelapangan rezeki pada kita? 

Buku ini akan memberi jawaban atas pertanyaan itu. Buku ini berisi sembilan amalan sunnah dan tiga puluh doa yang bersumber dari al-Qur’an dan al-Hadits, yang telah diamalkan Rasulullah Saw, para sahabat, dan para ulama dari generasi ke generasi hingga pada masa kita saat ini, dan telah dibuktikan oleh para pengamalnya mampu membuka pintu rezeki dari berbagai penjuru dan membuatnya mengalir deras dari segala arah atas izin Allah Swt.
 
Berbagai amalan sunnah dan doa-doa yang dipaparkan di buku ini menjadi jalan bagi kita dalam menemui Allah dan memohon kedermawanan-Nya. Allah adalah Dzat yang menjadi Sumber rezeki, maka hanya kepada-Nya rezeki itu layak kita mohonkan. “Allah Maha Pemalu dan Maha Pemurah. Dia malu apabila seorang hamba mengangkat kedua tangan kepada-Nya tapi Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong tak mendapat apa-apa,” sabda Rasulullah Saw. 
 
Maka, gerakkan tubuh Anda semaksimal yang mampu Anda lakukan untuk mencari rezeki yang ditebarkan Allah di permukaan bumi ini. Lalu, temui Dia lewat berbagai amalan sunnah dan doa yang ada di buku ini. Tundukkan diri Anda di hadapan-Nya, akui betapa lemahnya Anda, dan pasrahkan segala hasil dari usaha maksimal yang telah Anda lakukan itu pada-Nya, kemudian saksikan bagaimana Allah membukakan pintu rezeki yang begitu luas dan mengalir deras ke kehidupan Anda. Anda takkan pernah bisa membayangkan bagaimana semua itu bisa terjadi, tapi Allah Maha Kuasa membuat yang menurut Anda tak mungkin itu menjadi nyata.
 
Semoga Allah memberi kekayaan pada Anda dengan kekayaan yang membuat Anda menjadi lebih dekat pada-Nya.   


Daftar Isi

 
Bab I Hakikat Kekayaan dalam Islam
A. Kekayaan yang Bersifat Lahir
B. Kekayaan yang Bersifat Batin
C. Kekayaan Hakiki


Bab II Makna Rezeki dan Penghalan Terbukanya Pintu Rezeki
A. Pengertian Rezeki
B. Takwa Sarana untuk Mendapatkan Rezeki yang Berkah
C. Sepuluh Penghalang Terbukanya Pintu Rezeki


Bab III Sembilan Amalan Sunnah Penarik Rezeki
A. Shalat Dhuha
B. Shalat Tahajjud
C. Shalat Hajat
D. Shalat Istikharah
E. Puasa Daud
F. Melazimkan Membaca Surat al-Waqi'ah
G. Membaca Istighfar
H. Bersedekah
I. Silaturahmi


Bab IV Tiga Puluh Doa Penarik Rezeki
A. Pengertian Doa
B. Fungsi dan Keutamaan Doa
C. Waktu-waktu yang Mustajab untuk Berdoa
D. Etika Berdoa
E. Tiga Puluh Doa Penarik Rezeki
1) Doa Mohon Rezeki yang Melimpah
2) Doa Memohon Kenikmatan dalam Hidup
3) Doa Agar Hati Senantiasa Mensyukuri Nikmat
4) Doa Agar Keluarga Memperoleh Rezeki yang Berkah
5) Doa Mohon Hidup Mulia dan Bahagia
6) Doa Mohon Rahmat dan Kasih Sayang Allah
7) Doa Mohon Kekayaan Melimpah
8) Doa Mohon Terbebas dari Lilitan Hutang
9) Doa Mohon Kemampuan Menghadapi Kesulitan Hidup
10) Doa Agar Berani Menghadapi Tantangan Hidup
11) Doa Mohon Anugerah dan Nikmat dari Allah
12) Doa Mohon Rezeki yang Berkah
13) Doa Mohon Terbebas dari Kesulitan
14) Doa Mohon Rezeki yang Halal
15) Doa Mohon Kedamaian Hidup
16) Doa Mohon Kemudahan Mencari Rezeki
17) Doa Mohon Kemudahan dalam Urusan Dunia
18) Doa Mohon Kemuliaan Rezeki
19) Doa Mohon Dimudahkan Mencari Rezeki
20) Doa Mohon Dibukakan Jalan Meraih Rezeki
21) Doa Mohon Kemudahan dalam Hidup
22) Doa Mohon Dilapangkan Rezeki
23) Doa Mohon Kekayaan Melimpah
24) Doa Mohon Rezeki yang Halal
25) Doa Mohon Terbebas dari Kemiskinan
26) Doa Mohon Rahmat Allah
27) Doa Mohon Keberkahan Hidup
28) Doa Mohon Agar Rezeki Melimpah Ruah
29) Doa Mohon Agar Tercapai Segala Keinginan
30) Doa Mohon Rezeki yang Baik


Daftar Pustaka
Tentang Penulis   


Berminat silakan order lewat sms ke 081548765207
Sumber: Toko Buku Aswaja 

Menolak Bid'ah Hasanah adalah Bid'ah

Penulis: Abiza el Rinaldi
Penerbit: Pustaka Wasilah
Cetakan : I, Januari 2012
Tebal : viii + 100
Harga: Rp 20.000.- (Disc. 20%)
Peresensi: Ibnu Khairuddin



Islam Media News.com ~ Bid'ah" sesungguhnya bukan merupakan kosakata baru di tengah umat Islam. Sejak dahulu bid'ah selalu diperbincangkan dan selalu menjadi tema menarik untuk ditulis. Pada masa lalu, ketika para ulama menulis tema tentang bid'ah, seluruh aspek darinya diperbincangkan. Mereka menjelaskan bahwa bid'ah tidaklah selalu bermakna negatif. Ada hal-hal yang bisa diambil dari bid'ah. Namun demikian, mereka pun tidak lupa menjelaskan bahwa ada pula bid'ah yang harus dicela, dijauhi, dan diharamkan untuk melakukannya, yakni bid'ah dhalalah atau bid'ah mazmumah.


Sayangnya, dewasa ini bermunculan di tengah umat Islam orang-orang yang selalu menghembuskan pemaknaan bid'ah sebagai sesuatu yang senantiasa bersifat dhalalah (sesat). Dalam pandangan mereka semua bid'ah adalah sesat. Segala hal baru dalam perkara agama ini yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw adalah bid'ah dhalalah. Pelakunya divonis sebagai ahli bid'ah yang kelak akan disiksa di dalam neraka. Masih menurut mereka, bid'ah hasanah itu tidak ada. Karena Rasulullah Saw telah menegaskan bahwa kullu bid'atin dhalalah (setiap bid'ah adalah sesat).


Memang tak bisa dipungkiri bahwa Rasulullah Saw telah mengucapkan hal yang demikian itu. Namun mereka hanya berpegang pada satu hadits tersebut dalam memahami persoala bid'ah. Padahal ada banyak hadits lainnya yang memperlihatkan bahwa makna yang diinginkan oleh ungkapan Nabi tersebut tidak seperti yang mereka pahami.


Hadits-hadits yang lain inilah yang dijadikan dasar oleh para ulama, misalnya Imam Nawawi, untuk mengatakan bahwa ucapan Nabi Saw tersebut bersifat 'ammun makhshush. Artinya, kullu bid'atin dhalalah itu merupakan kata-kata umum yang harus dibatasi jangkauannya.  Seandainya hadits tersebut tetap diberlakukan sifat keumumannya, tanpa ada pembatasan makna baginya, pastilah akan terjadi pertentagan dengan hadits-hadits lainnya. Dan tentunya hal yang mustahil bila Nabi Saw mengucapkan sesuatu yang bertentangan dengan makna ucapannya yang lain.


Buku ini akan menyuguhkan kepada pembaca gaya pembahasan tentang bid'ah yang pastinya berbeda dari buku-buku yang lain. Di sini akan dipaparkan secara utuh persoalan bid'ah dan dalil-dalil yang secara tegas memperlihatkan bahwa para sahabat telah melakukan berbagai macam inovasi dan kreasi dalam urusan agama. Bahkan hal itu telah terjadi pada saat Rasulullah Saw. masih berada di tengah-tengah mereka. Tradisi tersebut terus berlanjut pada generasi-generasi berikutnya.

Dengan membaca buku ini, pembaca akan menemukan alasan kuat untuk menolak pandangan yang mengatakan bahwa semua bid'ah adalah sesat. Dengan membaca buku ini pula, kaum yang anti bid;ah hasanah akan menemukan dalil-dalil tak terbantahkan bahwa bid'ah hasanah benar-benar keberadaannya di akui oleh syariat Islam. 

Daftar Isi
Bab I Pengertian Bid'ah
1. Arti Bid'ah Secara Bahasa
2. Pengertian Bid'ah Menurut Syara'


Bab II Makna Hadits "Semua Bid'ah adalah Sesat"


Bab III Dalil-dalil Takhshish terhadap Hadits "Semua Bid'ah adalah Sesat"
1. Hadits Muadz bin Jabal ra
2. Hadits Bilal ra
3. Hadits Ali bin Abi Thalib ra
4. Hadits Amr bin al-Ash ra
5. Hadits Umar bin Khaththab ra
6. Hadits Rifa'ah bin Rafi' ra
7. Menghimpun al-Qur'an dalam Mushhaf
8. Shalat Tarawih Berjamaah Selama Bulan Ramadhan
9. Penambahan Adzan pada Adzan Jumat
10. Shalat Ba'diyah dan Qabliyah Shalat Id
11. Abdullah bin Umar ra dan Doa Talbiyah
12. Pembubuhan Titik pada al-Qur'an
13. Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw
14. Penulisan Shallallahu 'alaihi wa Sallam Ketika Menulis Nama Nabi Muhammad
15. Perkembangan Ilmu Hadits
16. Bid'ah Hasanah Yang Dilakukan Oleh Imam Ahmad bin Hanbal
17. Bid'ah Hasanah Syaikh Ibnu Taimiyah
18. Bid'ah Hasanah Shalawat Karangan Abdullah bin Abbas ra
19. Bid'ah Hasanah Shalawat Karangan Abdullah bin Mas'ud ra
20. Bid'ah Hasanah Shalawat Karangan Imam Syafi'i


Bab IV Jawaban Terhadap Mereka Yang Membantah
1. Argumentasi Pertama
2. Argumentasi Kedua
3. Argumentasi Ketiga
4. Argumentasi Keempat
5. Argumentasi Kelima
6. Argumentasi Keenam
7. Argumentasi Ketujuh
8. Argumentasi Kedelapan


Bab V Ancaman Bagi Pelaku Bid'ah Dhalalah dan Contoh-contoh Bid'ah Berdasarkan Hukum Yang Lima


Bab VI Penutup
Daftar Pustaka 


Berminat bisa sms ke 081548765207

Dahsyatnya Shalawat Nabi

Penulis     : Abiza el Rinaldi
Penerbit   : Zahida Pustaka
Cetakan   : I, April 2013
Tebal       : xii + 140
Harga      : Rp 30.000.- (Disc. 20%)
Peresensi : Qahtrunnada Zahidatusy Syarifah R.



Islam Media News.com ~ Begitu agung dan mulia shalawat nabi hingga Allah dan para malaikat turut bershalawat kepada Rasulullah Saw. Shalawat merupakan bukti cinta tak terbantahkan dari seorang Mukmin kepada Rasulullah Saw. Jika Anda mencintai Rasulullah, maka bershalawat adalah cara paling utama untuk menyampaikan cinta Anda kepada beliau.
Di sisi lain, shalawat adalah media bagi setiap Mukmin dalam menyampaikan keluh kesah dan harapannya kepada Allah dengan bertawassul kepada Nabi Saw. Atas izin Allah, dengan bershalawat berbagai kesulitan hidup akan teratasi, bahkan dapat dilenyapkan, dan berbagai harapan akan terwujud.


Shalawat adalah amalan yang sangat dahsyat. Orang yang mengamalkannya tidak hanya memperoleh cinta dari Nabi Saw yang akan membuat kehidupan akhiratnya menjadi bahagia, namun juga akan memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dengan lenyapnya berbagai kesulitan hidup dan tercapainya berbagai hajat.


Buku ini menyingkap rahasia kedahsyatan 40 shalawat nabi dalam melenyapkan berbagai kesulitan hidup. Anda layak memilikinya karena di dalamnya akan Anda temukan begitu banyak jalan keluar saat Anda berhadapan dengan kenyataan hidup yang terkadang tidak sesuai harapan.



Daftar Isi

Bab I Menyelami Samudera Shalawat
A. Pengertian Shalawat
B. Inilah Alasannya Mengapa Anda Harus Bershalawat
C. Mengapa Shalawat Itu Kita Haturkan kepada Nabi Muhammad Saw?
D. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Bershalawat
E. Hikmah dan Keutamaan Shalawat

Bab II Memohon Syafaat kepada Nabi Muhammad Saw
A. Penafsiran Ibnu Taimiyah terhadap Ayat-ayat Syafaat
B. Meminta Tolong dan Menyampaikan Harapan Melalui Nabi Muhammad Saw
> Kisah Abu Hurairah ra
> Kisah Qatadah ra
> Kisah Melenyapkan Bisul
> Kisah Muadz ra
> Meminta Tolong kepada Nabi Saw untuk Menolak Bencana
C. Tidak Ada Perbedaan antara Hidup dan Mati

Bab III Kisah-kisah Mukjizat Shalawat
> Shalawat, Mahar Nabi Adam AS untuk Bunda Hawa
> Nabi Adam AS Memohon Ampun kepada Allah dengan Menyebut Nama Nabi Muhammad Saw
> Berkat Shalawat Nabi Yusuf AS Dapat Keluar dari Dalam Sumur
> Berkat Shalawat Sang Penjahat Masuk Surga
> Berkat Shalawat Seorang Anak Pendosa Terbebas dari Siksa Kubur
> Berkat Shalawat Jasad Mayit Memancarkan Cahaya
> Berkat Shalawat Seekor Unta Bisa Berbicara
> Kisah Anak Si Tukang Riba
> Berkat Bacaan Shalawat Sang Penjahat Bertaubat
> Shalawat yang Diterima
> Kisah Darmaji dan Kiai Munawi
> Bahkan Malaikat pun Tak Sanggup Menghitungnya
> Kisah Malaikat yang Patah Sayapnya
> Tangisan yang Menggetarkan 'Arsy
> Curahan Berkah untuk Gadis yang Disiksa Karena Bacaan Shalawat
> Kisah Nyata dari Jeddah
> Awal Mula Penulisan Dala'il al-Khayrat
> Awal Mula Lahirnya Shalawat Badar

Bab IV Empat Puluh Shalawat Nabi dan Rahasia Kedahsyatannya
> Shalawat Karangan Abdullah bin Mas'ud ra 
> Shalawat Karangan Abdullah bin Abbas ra
> Shalawat dalam HR Abu Daud dari Abu Hurairah ra
> Shalawat dalam HR Bukhari dari Ka'ab bin 'Ujrah ra
> Shalawat dalam HR Bukhari dari Abu Sa'id al-Khudri ra
> Shalawat dalam HR Bukhari dari Abu Hamid as-Sa'di ra
> Shalawat dalam HR Nasa'i dari Zaid bin Kharijah ra
> Shalawat dalam HR Ibnu Majah dari Abdullah bin Mas'ud ra
> Shalawat dalam HR Abu Daud dari 'Uqbah bin 'Amr ra
> Shalawat Nariyah/Tafrijiyah/Kamilah
> Shawalat Ibrahimiyah
> Shalawat Nurul Anwar
> Shalawat Munjiyat
> Shalawat Syifa'/Thibbul Qulub
> Shalawat Sa'adah
> Shalawat Lil 'Arif Billah
> Shalawat Ummi
> Shalawat Ziarah Nabi
> Shalawat Nuridz Dzati
> Shalawat Agar Selamat dari Orang-orang Zalim
> Shalawat Fatimah az-Zahra   
> Shalawat Quthbul Aqthar
> Shalawat Ghina'ul Faqri
> Shalawat Dzihabul Hazan
> Shalawat Penghapus Dosa 80 Tahun
> Shalawat Ta'zhimul Qiyam
> Shalawat I'tha'us Su'al
> Shalawat Shahibun Nasab
> Shalawat Taghfirudz Dzunub
> Shalawat Kamaliyyah
> Shalawat Ashimah
> Shalawat Baburrahmah
> Shalawat Dawa'
> Shalawat Azkat Tahiyyat
> Shalawat Habibil Mahbub
> Shalawat Mil-ul Ardhi
> Shalawat Ahlis Samawat
> Shalawat Jami'il Asrar
> Shalawat Sayyidina Ali
> Shalawat Agar Bermimpi Bertemu dengan Nabi Saw
> Shalawat Hajjiyah (Agar Dapat Menunaikan Ibadah Haji)

Daftar Pustaka
Tentang Penulis 


Berminat, bisa order lewat sms di 081548765207

Haramkah Tahlilan Yasinan dan Kenduri Arwah?

Judul        : Haramkah Tahlilan Yasinan dan Kenduri Arwah? 
Penulis     : Ustadz Abiza el Rinaldi
Penerbit   : Pustaka Wasilah 
Cetakan   : I, Mei 2012 
Tebal       : vi + 178
Harga      : Rp 30.000 (Disc.20%)
Peresensi : Fatimah Zahratul'athira R.


Islam Media News.com ~ Buku ini lahir dari sebuah keprihatinan penulisnya yang selalu mendengar berbagai tuduhan bid’ah, haram, musyrik, khurafat, dan berbagai label buruk lainnya yang dialamatkan kepada satu majelis yang disebut Tahlilan, Yasinan atau Kenduri Arwah. Tidak hanya sampai di situ, orang-orang yang hadir di majelis tersebut pun dicap sebagai pelaku bid’ah, beramal dengan cara yang haram, bahkan musyrik dan kafir. Tuduhan-tuduhan semacam itu sayangnya tidak disertai dengan dalil-dalil syar’i yang jelas dan tegas. Kaum penuduh itu biasanya hanya mengatakan bahwa tahlilan atau kenduri arwah tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan tradisi yang demikian itu diilhami dari tradisi yang ada di dalam agama Hindu.


Ketahuilah, memfatwakan sesuatu itu haram —dalam hal ini tradisi tahlilan, yasinan dan kenduri arwah— tentulah membutuhkan dalil yang tegas, baik dari al-Qur’an maupun Hadits Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Jika dalil-dalil yang mengharamkan itu tidak pernah ditemukan di kedua sumber utama hukum Islam tersebut, maka fatwa semacam itu hanya akan menjadi fitnah yang akan memecah belah umat Islam. Kalau kita perhatikan telah banyak gesekan terjadi di antara sesama Muslim hanya disebabkan oleh fatwa-fatwa yang semata-mata dilandasi oleh hawa nafsu dan perasaan benci terhadap Muslim lainnya yang amaliahnya berbeda dengannya.  

Buku ini tidak mempermasalahkan apakah Anda seorang yang suka tahlilan atau tidak karena tahlilan hanyalah sebuah tradisi yang tidak mengandung unsur kewajiban syari’at. Yang ingin ditegaskan dalam buku ini, bahwa tidaklah benar fatwa yang mengatakan bahwa acara tahlilan, yasinan dan kenduri arwah itu haram, bid’ah, khurafat, musyrik, berasal dari Hindu dan makanan yang dihidangkan di dalamnya haram. 


Di sini juga akan disampaikan bantahan terhadap fatwa yang mengatakan bahwa doa dan hadiah pahala yang dilakukan oleh orang yang masih hidup tidak berguna bagi orang yang telah meninggal dunia. Fatwa semacam itu adalah fatwa keliru yang bertentangan dengan syari’at Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Sebab, sesuai dengan al-Qur’an, Sunnah dan Ijma’ para ulama, orang Islam yang telah meninggal dunia masih bisa memperoleh manfaat dari amaliah orang yang masih hidup, baik berupa doa, hadiah pahala, sedekah dan sebagainya, yang seluruhnya insya Allah akan dipaparkan dalam bab-bab yang ada di buku ini. 


Lain hal, buku ini memang sengaja dibuat tidak terlalu tipis agar isinya tidak dipandang remeh; dan tidak pula terlalu tebal yang menyebabkan pembaca menjadi bosan dan sulit memahami isinya. Bahasa yang dipakai pun adalah bahasa-bahasa sederhana. Istilah-istilah keagamaan yang sulit dipahami disederhanakan dan diminimalisir penggunaannya, agar siapa pun yang membacanya bisa dengan mudah memahaminya.


Mudah-mudahan kehadiran buku ini semakin meneguhkan amaliah Yasinan dan Tahlilan yang sudah mendarah daging di tengah Ahlussunnah wal Jama'ah. 


Berminat bisa sms ke 081548765207.

Sumber: Toko Buku Aswaja 

Menjawab Vonis Bid'ah Kaum Salafi-Wahabi

Judul      : Menjawab Vonis Bid’ah Kaum Salafi-Wahabi
Penulis    : Abiza el Rinaldi
Penerbit  : Zahida Pustaka, Klaten
Cetakan  : II, Juni 2014
Tebal       : xii + 296 hlm
Peresensi : Uswatun Khasanah, S.Pi
Harga      : Rp 45.000 (Disc. 20%)


Islam Media News.com ~ Maraknya tuduhan bid’ah yang dilancarkan kaum Salafi-Wahabi terhadap berbagai amalan yang telah hidup dan berlangsung di tengah kehidupan mayoritas umat Islam adalah hal yang mendorong lahirnya buku ini. Berbagai macam amalan yang dilakukan oleh mayoritas umat Islam itu sesungguhnya memiliki landasan dari al-Qur’an, al-Hadits, Ijma’ dan Qiyas, sehingga sejak masa lalu para ulama membolehkan, bahkan menyunahkan untuk mengamalkannya. Tidak bisa dipungkiri bahwa di antara amalan-amalan itu ada yang posisinya sebagai khilaf di antara para ulama, dan itu telah berlangsung sejak lama. Terhadap hal semacam ini tentunya sikap yang paling bijaksana dalam menghadapinya adalah dengan saling menghargai dan menghormati, dan sikap toleran terhadap perbedaan itu sebenarnya sudah ditunjukkan dan dicontohkan oleh para ulama sejak masa lalu.

Namun sayang, keteladan dari para ulama dalam menyikapi perbedaan pendapat tersebut ternyata tidak diwarisi oleh kaum Salafi-Wahabi. Mereka lebih memilih untuk bersikap keras dengan menjatuhkan vonis bid’ah terhadap berbagai macam amalan yang dilaksanakan mayoritas umat Islam karena tidak bersesuaian dengan pemahaman mereka. Kaum Salafi-Wahabi menjelma menjadi sosok yang merasa selalu paling benar, paling sesuai dengan al-Qur’an dan Sunah, paling mengerti akan kandungan firman Allah dan ucapan Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam, dan paling mengamalkan kandungan al-Qur’an dan Sunah. Sikap seperti itu membuat mereka mudah menjatuhkan vonis bid’ah, syirik, bahkan kafir terhadap umat Islam lainnya yang cara pandang dan pemahamannya berbeda dengan mereka.

Pada hakikatnya, memfatwakan suatu amalan itu bid’ah, haram, syirik dan kafir tentulah membutuhkan dalil yang tegas, baik dari al-Qur’an maupun Hadits Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam. Jika dalil-dalil tersebut tidak pernah ditemukan di kedua sumber utama hukum Islam itu, maka fatwa semacam itu hanya akan menjadi fitnah yang akan memecah belah umat Islam. Kalau kita perhatikan telah banyak gesekan terjadi di antara sesama Muslim hanya disebabkan oleh fatwa-fatwa yang semata-mata dilandasi oleh hawa nafsu dan perasaan benci terhadap Muslim lainnya yang amalannya berbeda dengannya.  

Buku ini mendokumentasikan dua puluh empat amalan yang divonis bid’ah oleh kaum Salafi-Wahabi. Di dalamnya penulis memaparkan dalil-dalil yang dijadikan oleh kaum Salafi-Wahabi sebagai landasan untuk membid’ahkan berbagai amalan itu, kemudian penulis memberikan jawaban atas dalil-dalil tersebut. Di buku ini pembaca akan menemukan sebuah diskusi yang sangat menarik antara kaum Salafi-Wahabi yang senang membid’ahkan dengan para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah yang sangat cerdas dalam memahami intisari ajaran Islam. Di buku ini pula pembaca akan menemukan dalil-dalil dari setiap amalan yang divonis bid’ah oleh kaum Salafi-Wahabi, dan Anda akan temukan kenyataan bahwa semua tuduhan bid’ah yang mereka lancarkan sama sekali tidak dapat diterima dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Lain hal, buku ini tidak terlalu tipis dan tidak pula terlalu tebal yang dapat menyebabkan pembaca menjadi bosan dan sulit memahami isinya. Bahasa yang dipakai pun adalah bahasa-bahasa sederhana. Istilah-istilah keagamaan yang sulit dipahami disederhanakan dan diminimalisir penggunaannya, agar siapa pun yang membacanya bisa dengan mudah memahaminya.

Dengan hadirnya buku ini semoga mampu menjawab tuduhan bid’ah yang dilancarkan kaum Salafi-Wahabi dan semakin mengokohkan keyakinan kita akan kebenaran amaliah Ahlussunnah wal Jama’ah.


Berminat, bisa sms ke 081548765207

Sumber: Toko Buku Aswaja

Diberdayakan oleh Blogger.